Kuota Angkutan Batubara Dibatasi 4000, Angka Kemacetan dan Kecelakaan Menurun

Kopasjambi.com, Jambi – Penyelesaian Persolan angkutan Batubara terus di upayakan oleh semua pihak. Termasuk Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi yang berupaya menekan angka kemacetan dan kecelakaan di Provinsi Jambi terkait angkutan batu bara.

Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Dhafi menyebutkan. Bulan Oktober Tahun 2022 sudah berupaya untuk membatasi jumlah angkutan batubara yang beroperasi setiap harinya di mana kami menghitung di pelabuhan bersama dengan Balai Pusat Statistik.

Terlihat lebar jalan menuju ke pelabuhan baik yang di Talang Duku maupun di Niaso, lebar jalan hanya tujuh meter kemudian di hitung di secara spesifik di mana setiap hari hanya bisa menampung 4000.

“angka kemacetan yang tadinya terjadi di siang hari maupun sore hari itu sudah bisa terurai. Kalau memang malam hari sesuai jam operasional dan mengikuti keluar dari mulut tambang hanya 4.000 angkutan batu bara,” katanya Senin (13/2).

Terkait masalah lainnya. Seperti ambulans terjebak macet, dan kendaraan umum lainnya memang solusinya adalah jalan khusus angkutan Batubara.

Selain itu, Jalan khusus itu sudah harus menjadi poin utama demikian pula pembatasan 4000. Maka ini sudah sedikitlah mengurai kemacetan arus lalu lintas dan juga pastinya menekan angka kecelakaan.

Kalau dibandingkan di tahun 2002 sebelum pemberlakuan 4000 setiap malam itu Lakalantas jumlahnya sampai 22 kejadian khusus angkutan batu bara, yang mana korban meninggal itu sampai 12 orang dan setelah kita melakukan 4000 angkutan batu bara. Ada penurunan angka kecelakaan. Apabila di bandingkan di bulan Oktober November Desember Januari kecelakaan yang tadinya 22 Alhamdulillah hanya 9 kali terjadi Lakalantas dan meninggal dunia hanya 3 orang.

“Besar harapan kita jangan sampai adanya penambahan lebih 4000 angkutan batu bara karena ini juga sudah di hitung okeh BPS. Kecuali ada jalan khusus,” tambahnya.

Komentar