Luar Biasa, Ini Capaian Program Dumisake Jambi Mantap 2022

Kopasjambi.com – Jambi, Capaian Program Dumisake Jambi Mantap 2022. Program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) merupakan program unggulan Gubernur Jambi, Al Haris dan Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani.

Program ini merupakan kebijakan pembangunan Provinsi Jambi di fokuskan kepada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan merupakan turunan dari kebijakan pembangunan nasional dengan mempertimbangkan keunggulan daerah. Dan kearifan lokal masyarakat Jambi.

Dalam upaya pemulihan dan peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah. Serta percepatan pengurangan ketimpangan pembangunan serta penurunan kemiskinan. Ada beberapa upaya yang di lakukan Pemerintah Provinsi Jambi yang akan di laksanakan selama tahun 2021-2026. Salah satunya melalui program unggulan Dumisake.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah mengatakan pada tahun 2022. Pemerintah Provinsi Jambi telah mengalokasikan anggaran untuk program Dumisake. yang di laksanakan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jambi.

Jambi Cerdas dan Pintar

Di jelaskannya, program Dumisake Jambi Cerdas dan Pintar, yakni akses internet bagi seluruh desa/kelurahan. Bantuan biaya pendidikan/beasiswa bagi siswa SMA, SMK dan SLB dari keluarga miskin. Beasiswa S1 untuk umum, beasiswa S3 untuk Dosen serta beasiswa untuk atlet berprestasi, serta bantuan bagi pendidikan anak usia dini.

“Pada tahun 2022 realisasi di Biro Kesra untuk beasiswa pendidikan S1, beasiswa S3 untuk dalam negeri telah teralisasi 100 persen. Namun untuk beasiswa S3 luar negeri baru terealisasi 25 persen, di karenakan berkas yang medaftar 6 orang dan yang memenuhi syarat 3 orang dari 12 orang kouta beasiswa,” jelasnya, Minggu (5/3/2023).

Lalu di Dinas Kominfo Provinsi Jambi yakni penyediaan akses internet bagi desa/kelurahan. Di katakannya, dari target 121 desa di tahun 2022 telah terealisasi 125 desa se-Provinsi Jambi dengan penambahan anggaran pada APBD-P. Untuk mendukung penyediaan akses internet di Geopark Merangin.

Di Dinas Pendidikan untuk bantuan keperluan pendidikan siswa SMA dan SMK pada tahun 2022 telah terealisasi 95 persen.

“5 persen dana yang tidak terealisasi karena adanya selisih harga barang di market place yang lebih rendah dari masing-masing harga barang,” ujarnya.

“Pada bantuan keperluan pendidikan khusus di tahun 2022 teralisasi 75 persen, 25 persen dana yang tidak terealisasi adalah biaya spp siswa sekolah swasta yang tidak bisa di bayarkan. Karena tidak masuk kedalam juklak dan juknis Program Dumisake Jambi Mantap Dinas Pendidikan Provinsi Jambi tahun 2022,” tambahnya.

Jambi Sehat

Program Dumisake Jambi Sehat, di jelaskannya berupa subsidi BPJS kesehatan bagi keluarga miskin. Yang belum di tanggung oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Pada tahun 2022 Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melalui kegiatan integrasi kepesertaaan Jamkeuda Provinsi Jambi telah teralisasi 94,6 persen. Dan subsidi kepersertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) terealisasi 91,3 persen, dengan keterangan kartu teleh di serahkan ke Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Jambi Tangguh

Jambi tangguh di katannnya berupa kegiatan bedah rumah, sarana prasarana pedesaan, fasilitas umum perkotaan. Bantuan modal kerja bagi usaha kecil mak-mak (UKMM)/UMKM/Industri rumah tangga/start up/milenial, bantuan sarana dan prasarana pertanian, peternakan, perkebunan. Perikanan dan kehutanan bagi keluarga miskin, bantuan bibit, bantuan operasional lembaga adat, dan peningkatan life skill santri/santriwati.

“Untuk program bedah rumah dengan OPD pelaksana Dinas PUPR Jambi pada tahun 2022 telah terealisasi 93,7 persen. Kemudian di Dinas Koperasi dan UMKM bantuan modal kerja bagi usaha kecil Mak-mak, (UKMM)/UMKM/Industri rumah tangga/start up/milenial telah terelisasi 96,6 persen,” kata Ariasnyah.

Di Dinas TPHP, untuk pengawasan peredaran sarana pertanian (Bantuan berupa traktor, motor roda 3, power tresher, pompa air. Cultivator, combine harvester kecil, mesin pencacah pelepah sawit, mesin penetas telur) di tahun 2022 sudah terealisasi 98,7 persen.

Kemudian, pada kegiatan penataan prasarana pertanian (pengembangan padi rendah emisi, pengembangan kawasan porang, jagung, umbi-umbian, bantuan intensifikasi cabe merah. Pengembangan kawasan buah-buahan, pengembangan kawasan cabe merah, percontohan bibit cabe dalam polybag, pengembangan tanaman hortikultura, pengembangan kawasan kentang. Bantuan bibit buah-buahan, budidaya jamur tiram dan anggrek, pengembangan kawasan semangka, bantuan sarana MRU) sudah teralisasi 87,1 persen di 10 Kabupaten/Kota.

Komentar