Penangguhan Tahan Rudi Wijaya dan Supriyanto Tidak Dikabulkan 

Kopasjambi.com, JambiPenangguhan tahan Rudi Wijaya dan Supriyanto tidak dikabulkan. Sudah satu pekan 10 orang dari 28 tersangka kasus suap uang ketok palu RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Muhammad Juber, Popriyanto, Ismet Kahar, Tartiniah dari Fraksi Golkar, kemudian orang dari PKB, yakni Sofyan Ali, Muntalia dan Sainuddin. Dua dari PKS yakni Rudi Wijaya dan Supriyanto. Terakhir Sopian dari fraksi PPP.

Hamzah Penasehat hukum Rudi Wijaya dan Supriyanto, telah mengajukan penangguhan masa tahanan terhadap dua kliennya, hanya saja tidak di kabulkan komisi Anti rasuah itu.

“Soal penangguhan. Sudah kita ajukan cuma tidak di kabulkan, dengan alasan ibu tartiniah dan ismet kahar saja tetap di tahan meski dengan kondisi beliau dalam kondisi yang kurang sehat.” Katanya. Selasa (16/1).

Terkait dua Politisi partai PKS itu akan mengajukan menjadi Justice Collaborator (JC). Hamzah menyebutkan kliennya tidak akan mengajukan permohonan menjadi JC.

“Kita tidak mengajukan Jc, tapi kita akan kooperatif” paparnya.

Sementara itu, Syopian, Sainuddin, Muntalia, Supriyanto, Rudi Wijaya, akan mendekam di rumah tahanan (Rutan) KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

Kemudian, M. Juber dan Ismet Kahar akan mendekam di Rutan pada Kavling C1.

Sementara, Poprianto dan Tartiniah akan mendekam di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih.

Sebelumnya. Pimpinan KPK Johanis Tanak pihak melakukan penahanan tersangka kasus suap uang ketok palu RAPBD Provinsi Jambi hingga 29 Januari mendatang.

“Mereka yang ditahan adalah Juber, Popriyanto, Ismet Kahar, Tartiniah (Golkar), kemudian orang dari PKB, yakni Sofyan Ali, Muntalia dan Sainuddin. Dua dari PKS yakni Rudi Wijaya dan Supriyanto. Terakhir Sopian dari fraksi PPP.” Paparnya.

Komentar