Kasus Kebakaran Kapal Tongkang, ABK dan Nahkoda Terancam 4 Tahun Penjara 

Kopasjambi.com, Jambi – Terkait Pengembangan Penyelidikan Kasus Kebakaran Kapal Tongkang. Sementara Masih menunggu hasil laboratorium forensik (Labfor). Hasil Labfor untuk memastikan terkait penyebab kebakaran di atas Tongkang BG. MP XXI yang ditarik TB. Makmur Selatan 888.

Direktorat Polairud Polda Jambi baru saja usai melakukan gelar perkara. Hasilnya memenuhi unsur pasal 302 ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Hasil itu di temukan setelah memeriksa anak buah kapal (ABK) dan nahkoda.

“Kapal itu di duga berlayar tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar yang di keluarkan oleh Syahbandar Tanjung Jabung Timur,” kata kasubdit Gakum Polairud Polda Jambi AKBP Imam Rachman Rabu (21/12).

“ABK dan Nahkoda bila terbukti tidak memiliki izin berlayar Bisa di penjara paling lama 4 tahun dan denda Rp 500 juta” tambahnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memanggil Kepala KSOP Tanjab Timur terkait surat izin berlayar kapal Tongkang BG. MP XXI yang ditarik TB. Makmur Selatan 888.

”Hari ini kita panggil Kepala KSOP terkait izin berlayar, hasil pemeriksaan sementara izin berlayar kapal itu yang telah mati,” tegasnya.

Penyebab Kebakaran Kapal Tongkang Bukan Puntung Rokok

Sementara itu, awalnya kebakaran di sebabkan oleh puntung rokok yang di hisap salah satu awak kapal. Namun terbaru, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi, AKBP Imam Rachman mengatakan. Penyebab kebakaran sementara dari hasil pemeriksaan adanya gesekan sisa batubara dengan besi kapal tongkang sehingga timbul percikan api.

Komentar