JAMBI, KOPASJAMBI.COM — Langkah besar dalam mendorong peran perempuan di dunia kewirausahaan resmi dimulai melalui pelantikan Womenpreneur BPD HIPMI Jambi masa bakti 2026–2029 yang digelar pada Jumat, 13 Maret 2026 di Taman Banjuran Budayo. Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jambi, Fadhillah Hasrul, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kontribusi perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal lahirnya ruang baru bagi perempuan di Provinsi Jambi untuk berkembang sebagai pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Womenpreneur BPD HIPMI Jambi hadir sebagai wadah khusus yang berfokus pada pengembangan perempuan wirausaha. Organisasi ini dirancang untuk mendorong perempuan agar lebih berani memulai usaha, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Lebih dari itu, Womenpreneur menjadi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan pemberdayaan yang membuka peluang bagi perempuan untuk tumbuh bersama dalam ekosistem yang saling menguatkan.
Ketua Womenpreneur BPD HIPMI Jambi, Rashifa Humaira, dalam wawancara di sela kegiatan pelantikan, menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari kebutuhan nyata perempuan dalam dunia usaha.
“Womenpreneur ini bukan hanya wadah, tapi ruang tumbuh. Kita ingin perempuan di Jambi berani memulai usaha, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas diri. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pelaku usaha, tapi juga pemimpin yang kuat, inovatif, dan berdaya saing,” ungkap Rashifa.
Visi yang diusung Womenpreneur BPD HIPMI Jambi adalah membangun ekosistem womenpreneur yang solid, inovatif, dan saling menguatkan untuk menciptakan dampak nyata. Dalam implementasinya, program prioritas difokuskan pada penguatan networking dan business matching, dua aspek penting yang kerap menjadi tantangan bagi pelaku usaha perempuan.
Di balik semangat tersebut, tantangan yang dihadapi perempuan dalam dunia bisnis masih cukup kompleks. Keterbatasan akses terhadap modal dan jaringan, hingga persoalan kepercayaan diri, menjadi hambatan yang tidak bisa diabaikan. Belum lagi, perempuan sering dihadapkan pada dilema dalam menyeimbangkan peran antara keluarga dan bisnis.
Rashifa tidak menampik hal tersebut. Ia menyebut bahwa tantangan ini justru menjadi alasan kuat hadirnya Womenpreneur.
“Tantangan terbesar perempuan itu ada pada akses modal, jaringan bisnis, dan rasa percaya diri. Ditambah lagi, bagaimana mereka harus membagi peran antara keluarga dan usaha. Di sinilah Womenpreneur hadir, untuk menjadi support system yang nyata,” jelasnya.
Sebagai jawaban atas berbagai tantangan tersebut, Womenpreneur BPD HIPMI Jambi mendorong penguatan ekosistem kewirausahaan perempuan melalui pendekatan yang menyeluruh. Mulai dari pendidikan bisnis, pendampingan, akses pembiayaan yang lebih inklusif, hingga pembangunan komunitas yang saling mendukung.
Berbagai program pun telah disiapkan untuk menghidupkan gerakan ini. Kegiatan edukatif seperti seminar, workshop, serta forum diskusi akan menjadi ruang belajar sekaligus inspirasi. Selain itu, program sharing session, business networking, hingga business matching juga akan dijalankan, termasuk kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga pendukung UMKM.

Menurut Rashifa, menghadirkan contoh nyata dari perempuan yang telah berhasil menjadi kunci penting dalam membangun keberanian.
“Ketika perempuan melihat langsung contoh pengusaha yang berhasil, itu akan menjadi motivasi besar. Kita ingin menghadirkan ruang-ruang inspiratif seperti seminar, workshop, dan diskusi agar mereka merasa tidak berjalan sendiri,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah program saat ini masih dalam tahap pengembangan, namun arah geraknya sudah jelas: membangun ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.
Di akhir wawancara, Rashifa menyampaikan harapan besarnya terhadap masa depan perempuan pengusaha di Jambi.
“Harapan saya, semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran sebagai pengusaha. Karena ini bukan hanya soal ekonomi keluarga, tapi juga dampaknya bagi masyarakat dan daerah. Womenpreneur harus menjadi komunitas yang solid, progresif, dan mampu melahirkan perempuan-perempuan hebat yang sukses dan berdaya saing,” tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun, Womenpreneur BPD HIPMI Jambi masa bakti 2026–2029 diharapkan menjadi pintu lahirnya generasi perempuan pengusaha yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga memiliki visi untuk membawa perubahan.
Sebab pada akhirnya, Perempuan Berdaya akan membuat Jambi Berjaya.
Instagram: @hipmijambiwomenpreneur







Komentar