Wajah Baru Eks Lokalisasi Pucuk: Pemkot Jambi dan BAZNAS Mulai Pembangunan Masjid Baitunnadiyah dan Santuni 30 Anak

Berita, Kota Jambi16 Dilihat

Kopasjambi.com, Kota Jambi – Transformasi kawasan eks lokalisasi Payo Sigadung (Pucuk), RT 05, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi kian nyata. Langkah perubahan sosial tersebut ditandai dengan peletakan coran pertama tiang pembangunan Masjid Baitunnadiyah sekaligus penyerahan bantuan pendidikan langsung kepada 30 anak di lingkungan sekitar, Sabtu (22/8/2026).

​Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. hadir bersama Ketua BAZNAS Kota Jambi untuk menyerahkan bantuan pendidikan tersebut secara langsung. Momen ini disambut haru dan antusias oleh ratusan warga yang memadati lokasi, membaur di antara sisa material bangunan lama, tumpukan bata merah, dan deru alat berat yang sedang menata wajah baru kawasan tersebut.

Sinergi Pembangunan Fisik dan Generasi Muda

​Tak sekadar menyaksikan, Ketua BAZNAS mendampingi Wali Kota Maulana terjun langsung menuangkan adukan semen pada peletakan coran pertama tiang utama masjid. Prosesi simbolis ini turut disaksikan oleh Ketua ISMI Provinsi Jambi Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., serta Ketua TP PKK Kota Jambi dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG.

Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa keberadaan Masjid Baitunnadiyah merupakan fondasi penting bagi peradaban dan perubahan sosial masyarakat setempat.

​”Masjid ini bukan hanya tempat suci untuk beribadah, tetapi juga bagian dari upaya kita membangun peradaban umat. Kita ingin menghadirkan wajah baru Payo Sigadung yang religius, positif, dan memberikan nilai manfaat nyata,” ujar Maulana.

​Ia menambahkan, keterlibatan BAZNAS dalam menyalurkan bantuan pendidikan bagi 30 anak di seputaran masjid menjadi bukti bahwa penguatan mental, spiritual, dan pendidikan anak-anak harus berjalan beriringan dengan infrastruktur.

Ke depan, berbagai program lanjutan seperti pembinaan keagamaan, pemberdayaan ekonomi, hingga apresiasi ibadah umrah bagi warga lokal akan terus digulirkan.

​Melalui peletakan tiang pertama ini, Payo Sigadung secara bertahap menanggalkan label lama dan bertransformasi menjadi lingkungan yang ramah, produktif, serta bernuansa religius bagi masyarakat sekitar.

Komentar