Guru dan Metamorfosa Pendidikan Ketika Perubahan Dimulai Dari Hati Seorang Pendidik

Opini, Pendidikan3 Dilihat

KOPASJAMBI.COM – Perubahan zaman membawa pendidikan memasuki fase baru yang penuh tantangan sekaligus peluang. Dunia digital, perkembangan teknologi, serta dinamika sosial membentuk wajah baru pendidikan masa kini. Namun, di tengah semua perubahan tersebut, peran guru tetap menjadi pusat transformasi. Metamorfosa pendidikan sejatinya tidak hanya terjadi pada sistem, kurikulum, atau teknologi, tetapi pada cara mendidik, cara membimbing, dan cara memanusiakan peserta didik.

Guru sebagai Jantung Perubahan, Guru tidak lagi sekadar pengajar di ruang kelas. Ia adalah pembimbing karakter, pengarah masa depan, dan pendamping tumbuh kembang peserta didik. Bapak Ardiansyah, guru kelas SDS Permata Agri, menyampaikan pandangannya.

“Sekarang guru tidak cukup hanya mengajar. Guru harus membentuk karakter, mental, dan kepercayaan diri anak. Anak boleh pintar, tetapi tanpa karakter mereka akan rapuh menghadapi dunia.” Pembelajaran yang Humanis dan Relevan.

Metamorfosa pendidikan juga terlihat dari pendekatan pembelajaran yang semakin humanis, dialogis, dan kontekstual.

Bapak Andrian, guru PJOK, SDS Permata Agri, “pendidikan karakter melalui olahraga, dimana anak-anak belajar jujur, disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Ini merupakan pendidikan karakter yang nyata, bukan sekadar teori.” Dari sistem menuju nilai metamorfosa pendidikan sejati bukan hanya perubahan administrasi, tetapi perubahan kesadaran.

Guru dan metamorfosa pendidikan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Sebagaimana metamorfosis kupu-kupu yang melalui proses panjang, pendidikan pun tumbuh melalui kesabaran, ketulusan, dan cinta. Ketika guru berubah, pendidikan berubah.

Ketika pendidikan berubah, masa depan bangsa pun berubah.

Penulis: Pikri, S.Pd.I., M.Pd

Komentar

News Feed