JAMBI, KOPASJAMBI.COM – Semangat pelestarian budaya daerah melalui literasi digaungkan dalam kegiatan Talk Show Literasi Budaya bertajuk “Merayakan Kisah Negeri Jambi: Merawat Budaya Melalui Literasi” yang diselenggarakan di Perpustakaan Umum Kota Jambi, Telanaipura, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan penulis muda Jambi, Rahma Yuniarsih, penulis buku Negeri Pusako Batuah, sebagai narasumber utama. Acara ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya daerah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ronaldo Giawa, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga identitas budaya melalui literasi.
“Budaya tidak hanya diwariskan melalui tradisi lisan, tetapi juga dapat diabadikan melalui tulisan. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang belajar dan diskusi yang mendorong generasi muda untuk mengenal serta menuliskan kembali kekayaan budaya yang dimiliki daerahnya,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Rahma Yuniarsih menjelaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam mendokumentasikan berbagai nilai, tradisi, dan cerita yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, karya tulis dapat menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya masa lalu dengan generasi masa depan.

Ia juga membagikan pengalaman selama proses penulisan buku Negeri Pusako Batuah, mulai dari tahapan riset, pengumpulan data budaya, hingga tantangan yang dihadapi dalam mengemas cerita budaya menjadi karya yang menarik untuk dibaca masyarakat.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Salva Putri berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari strategi menggali cerita lokal, proses kreatif menulis berbasis budaya, hingga cara menumbuhkan minat menulis di kalangan generasi muda.
Respons positif terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Tidak sedikit peserta yang aktif menyampaikan pendapat serta pengalaman mereka terkait budaya lokal yang ada di lingkungan masing-masing.
Acara kemudian ditutup dengan penyampaian pesan penutup oleh narasumber, pembagian doorprize kepada peserta, serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Jambi melalui berbagai karya literasi.






Komentar