JAMBI, KOPASJAMBI.COM – Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk mengubah wajah pusat ekonomi kerakyatan dengan merevitalisasi Pasar Tradisional Talang Banjar dan Pasar Induk Talang Gulo. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan standar kenyamanan, kebersihan, dan estetika kota bagi para pedagang dan orang umum.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan rencana besar tersebut saat memimpin Inspeksi Mendadak (Sidak) ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Pasar Tradisional Talang Banjar pada Senin, (9/3/2026).
Menurut Wali Kota Maulana, kondisi Pasar Talang Banjar saat ini masih belum tertata dengan baik. Pemkot Jambi telah mengajukan proposal resmi kepada Kementerian Perdagangan RI dan telah melalui proses tinjauan lapangan sebagai langkah konkret.
”Kondisinya memang perlu pembenahan total. Kami sudah berkoordinasi dengan pusat, dan insya Allah revitalisasi segera berjalan. Nantinya, pasar ini akan dikosongkan sementara demi kelancaran pembangunan,” ujar Maulana.
Guna menjaga keberlangsungan ekonomi pedagang selama proses konstruksi, Pemkot Jambi telah menyiapkan lokasi relokasi sementara yang representatif. “Kami akan menyewa tempat yang lokasinya tidak jauh dari sini. Target kami adalah mengubah pasar lama ini menjadi pasar modern yang bersih dan nyaman, lengkap dengan penambahan kios bagi para pedagang,” tambahnya.
Tak hanya bangunan fisik pasar, Pemkot Jambi juga akan menyulap kawasan sepanjang jalan Pasar Talang Banjar dengan membangun jalur pedestrian tahun ini. Proyek ini bertujuan mempercantik estetika kawasan agar dapat berkembang menjadi pusat wisata dan ekonomi kreatif.
“Kami bergerak hati-hati karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita ingin transisi ini berjalan mulus tanpa gejolak,” tegasnya. Selain Talang Banjar, progres serupa juga tengah diupayakan untuk Pasar Induk Talang Gulo yang saat ini tinggal menunggu realisasi dari Pemerintah Pusat.
Di sisi lain, dalam sidak yang turut didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, serta unsur Forkopimda dan Bulog, Maulana memastikan stok pangan di Kota Jambi berada dalam level aman menuju Lebaran 2026.
Meskipun beras premium mencatatkan kenaikan harga sekitar 11 persen, Maulana menekankan bahwa harga komoditas strategis lainnya seperti Beras SPHP dan Minyak Kita masih stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
”Intervensi terus kami lakukan. Melalui Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah, sekitar 50.000 KK akan menerima bantuan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk jatah dua bulan. Ini langkah nyata kami menekan laju inflasi,” jelas Maulana saat meninjau Gudang Pangan di Kelurahan Talang Bakung.
Terkait ketersediaan gula yang mulai menipis akibat lonjakan permintaan, Pemkot Jambi telah menginstruksikan Satgas Pangan untuk segera berkoordinasi dengan produsen. Saat ini, stok gula di Bulog tercatat sekitar 30.000 ton dan akan terus dipasok hingga hari raya.
Menutup keterangannya, Wali Kota Jambi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Dengan ketersediaan stok yang mencukupi, warga diharapkan tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. (*)













Komentar