JAMBI, KOPASJAMBI.COM – Pemerintah Provinsi Jambi dan Kepulauan Riau secara resmi berkomitmen untuk bekerja sama dalam pembangunan antar wilayah. Senin (13/4/2026) malam, Gubernur Jambi Al Haris dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menandatangani Kesepakatan Bersama (KSB) mengenai pengelolaan Pulau Berhala.
Gubernur Jambi Al Haris hadir bersama Bupati Tanjung Jabung Timur, Dilla Hikmah Sari.
Penandatanganan dilakukan di Gedung Daerah Pemprov Kepri dan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di wilayah perbatasan kedua provinsi tersebut.
Kesepakatan ini lahir dalam forum kepala daerah Sumatera yang membahas sinergi pembangunan, konektivitas antarwilayah, hingga penguatan ketahanan pangan. Fokus utama kerja sama diarahkan pada pengembangan Pulau Berhala yang dikenal memiliki potensi wisata alam unggulan, mulai dari pantai eksotis, terumbu karang, hingga kekayaan budaya lokal.
“Pengembangan bersama ini akan memaksimalkan potensi geografis maritim, meredam konflik pengelolaan wilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Al Haris usai penandatanganan.
Dalam kerja sama tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang akan segera ditindaklanjuti. Di sektor pariwisata, kedua provinsi sepakat membangun dan mengelola infrastruktur secara bersama, seperti homestay, spot diving, hingga festival budaya untuk menarik wisatawan.
Dari sisi ekonomi, kolaborasi ini membuka peluang besar bagi produk unggulan Jambi untuk menembus pasar internasional. Melalui konektivitas pelabuhan di Kepulauan Riau, komoditas seperti hasil laut dan pertanian akan lebih mudah diekspor ke negara tetangga, terutama Singapura.
Selain itu, penguatan konektivitas juga menjadi prioritas, termasuk pengembangan rute kapal feri serta promosi digital terpadu guna meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Kerja sama Jambi–Kepri ini diharapkan menjadi model kolaborasi lintas provinsi di Indonesia. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, kedua daerah optimistis sektor pariwisata mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 20–30 persen dalam dua tahun ke depan.
Sinergi ini sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam mengoptimalkan potensi wilayah perbatasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.
Pembagian Kerja Sama diantaranya sebagai berikut:
Pengelolaan Wisata: Jambi dan Kepri kembangkan infrastruktur Pulau Berhala secara bersama, termasuk homestay, spot diving, dan festival budaya.
Konektivitas Ekonomi: Manfaatkan pelabuhan Kepri untuk ekspor produk Jambi, seperti hasil laut dan pertanian, ke pasar Singapura.
Kemitraan Strategis: Perkuat rute transportasi kapal feri serta promosi digital untuk tarik wisatawan nasional dan internasional.
Inisiatif ini diharapkan jadi model kolaborasi lintas provinsi di Indonesia, dengan proyeksi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata hingga 20-30% dalam dua tahun ke depan. (*)







Komentar