JAMBI, KOPASJAMBI.COM – Selasa, 24 Februari 2026, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani resmi membuka Bazar Ramadhan yang diadakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jambi (BKOW). Bazar dimulai di Gedung Wanita BKOW Provinsi Jambi.
Bazar Ramadhan bukan hanya tempat untuk membeli-belah, kata Wagub Abdullah Sani. Sebaliknya, itu adalah tempat kerja sama yang bagus, pemberdayaan perempuan, dan kepedulian sosial.
“Ramadhan selalu diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat. Bazar ini hadir sebagai solusi dengan menyediakan produk harga terjangkau, sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM, khususnya perempuan,” ujar Wagub Abdullah Sani.
Ia mengapresiasi peran BKOW yang konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. Wagub menilai organisasi wanita memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan produktif.
“Banyak usaha rumahan lahir dari rumah, tapi mampu menopang ekonomi keluarga bahkan membuka lapangan kerja. Inilah wajah ekonomi kerakyatan. Saya berharap bazar ini menjadi momentum UMKM meningkatkan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran digital agar naik kelas,” tambahnya.
Wagub Abdullah Sani juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung UMKM melalui Program Jaringan Majukan Jambi (Pro-Jambi), khususnya pilar Pro-Jambi Tangguh yang memberikan bantuan modal kerja bagi UMKM, industri rumah tangga, hingga startup milenial.
“Ramadhan juga bulan solidaritas. Keberhasilan tidak hanya diukur dari omzet, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Mari perkuat kepedulian dan gotong royong,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak.
“Belanja sesuai kebutuhan, jangan menimbun,” katanya.
Ia menambahkan, daya beli masyarakat dan ketersediaan bahan pokok masih relatif stabil. Dalam bazar tersebut, Disperindag turut menghadirkan pasar murah selama tiga hari dengan subsidi harga dari pemerintah, seperti beras dan minyak goreng.
“Program ini tidak hanya di Kota Jambi, tapi juga dilaksanakan di sebelas kabupaten/kota. Harapannya bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.(*)













Komentar